Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Cargo Handling Equipment & Maintenance

Peralatan Bongkar-Muat :

Peralatan bongkar-muat muatan yang biasa digunakan meliputi antara lain :

Slings :
terbuat dari tali serabut 24 mm-36 mm yang dipotong dan ujungnya diikatkan pada sebuah sambungan pendek

Snotters :
bentuknya hampir mirip tali atau kawat yang panjangnya 4 – 8 meter. Memiliki simpul untuk sambungan pada tiap-tiap ujungnya. Barang atau muatan yang akan diangkat, diletakkan di bagian tengahnya, lalu salah satu ujung tali di masukkan ke dalam simpul pada ujung yang satu dan di kaitkan pada alat derek.
Nets :
atau jaring digunakan untuk mengangkut barang-barang atau paket-paket kecil, seperti tas, dan sebagainya.
Strong Wooden Trays :
sejenis nampan yang digunakan untuk mengangkat sejumlah barang ukuran kecil sepeti kaleng-kaleng cat atau minyak, peti-peti yang berisi botol atau kaleng dan paket-paket lain yang bisa diangkat dengan mudah. Nampan ini dibuat untuk mengangkut barang dengan beban sampai 1½ ton dan diangkat dengan 4 tali.

The Bridle :
terbuat dari 4 tali kawat atau serabut yang sama panjangnya. Pada salah satu ujung tali disambungkan dengan sebuah cincin besi, ujung lainnya pada sebuah mata kait dengan satu kait untuk masing-masing mata kunci (eyebolts) pada sudut nampan strong wooden tray. Kemudian cincin tadi dikaitkan pada mesin kerek untuk mengangkat barang.

Can Hooks :
digunakan untuk mengangkat tong-tong kecil yang tidak berisi cairan (sesuai peraturan). Tali yang digunakan can hook itu bisa tali ataupun rantai. Kaitan can hook itu mengangkat dari bagian bawah tong-tong tersebut.

Chair Slings :
tali yang memiliki sebuah kait pada salah satu ujungnya dan sebuah mata rantai besar pada ujung satunya. Tali ini digunakan untuk mengikat barang-barang yang berat dan kasar, seperti balok-balok besi, lempeng-lempeng besi dan barang-barang agrikultural. Rantai-rantai tersebut diikatkan sekali pada barang yang akan diangkat atau jika perlu dua kali dan bagian yang satunya diikatkan di sekeliling rantai. Kemudian mesin kerek dikaitkan pada sebuah mata rantai besar untuk mengangkat barang.

Spreaders :
merupakan alat yang terdiri dari kawat-kawat yang bisa digunakan untuk mengangkat barang-barang atau muatan yang sulit diangkat. Fungsi spreader dengan sejumlah kaitan yang terpasang pada adalah untuk mengangkat muatan atau barang yang beratnya berlebihan dengan mudah dan cepat. Spreader kontainer misalnya dirancang khusus dengan simpul-simpul mati untuk menahan kontainer saat diangkut.

Bull Ropes :
merupakan tali yang digunakan saat mengangkut ketika barang-barang harus didrag dari ujung atau tepi palka ke palka yang berbentuk kotak pada lubang palka sebelum diangkat.
Salah satu ujungnya dilingkarkan paga muatan yang akan diangkat lalu diikatkan sementara ujung yang lain dilewatkan ke sekeliling mesin derek kemudian kembali ke tiang lalu diikat. Setelah dipastikan bahwa tali tersebut sudah cukup kuat, maka diturunkanlah barang tersebut ke dalam palka perlahan-lahan secara horisontal kemudian ujung talinya dilepaskan.

Fork Lift Trucks :
Dalam banyak proses perdagangan, fork lift trucks memegang peranan penting sebagai peralatan bongkar muat barang atau muatan. Beberapa kapal membawa sejumlah truk pengangkut sementara yang lainnya mengandalkan buruh pelabuhan untuk menyediakannya. Bagi sebuah kapal yang menggunakan truk-truk pengangkut seperti ini, tween decks atau palka-palka atasnya harus diperkuat dan bebas dari ganguan.. Muatan dimuat dan disimpan pada pallet atau kerangkeng yang dapat diangkut dan dibawa oleh truk tersebut. Meski barang dimuat pada kerangkeng itu membutuhkan bayak tempat dari enyimpanan barang tanpa menggunakan fasilitas truk dan kerangkeng, namn dalam hal ini, kecepatan bngkar-muat barang lebih diutamakan.
Ketika menggunakan truk-truk dengan bahan bakar bensin atau diesel, beberapa ventilasi mekanis harus digunakan karena resiko bahaya asap yang dikeluarkan oleh mesin truk. Untuk alasan inilah, maka truk-truk ini dijalankan dengan menggunakan baterai yang populer digunakan pada angkutan kapal. Beberapa kapal secara khusus dirancang untuk bongkar-muat menggunakan fork lift trukcs. Selain secara konvensional, kapal-kapal ini memiliki sisi atau pintu-pintu buritan dan elevator dalam kapal yang membawa kerangkeng-kerangkeng ke tingkat dek yang berbeda-beda.

Pemeliharaan :
Kesehatan, keselamatan pekerjaan dan legislasi yang sama semuanya itu merupakan tanggung jawab besar yang ditujukan kepada perwira-perwira kapal. Mereka bertanggung jawab memastikan bahwa semua peralatan dipelihara dan berada dalam kondisi yang baik. Peralatan-peralatan tersebut harus sudah melalui pemeriksaan yang sangat teliti, di mana runners dan topping lifts dibuka, tali atau kawat-kawat sudah diperiksa dan diminyaki, balok-balok sudah disisihkan, diminyaki, dan diperiksa, juga mesin-mesin derek yang sudah rusak atau berkarat segera diminyaki.

Peralatan-peralatan tertentu perlu dilas (diperbaharui). Proses ini meliputi proses pemanasan dan pendinginan. Proses ini merupakan proses perubahan struktur kristal logam menjadi seperti semula dan mencegahnya cepat rapuh.
Tindakan-tindakan ini merupakan syarat penanganan sekitar lubang palka, konstruksi tangga dan pencahayaan dalam palka-palka. Hal ini sangat penting untuk selalu diperiksa oleh perwira-perwira kapal sebagaimana persyaratan tersebut disusun. (lih. Hal 349-350).

Peralatan Palka :

a. Tutup Palka Kayu :
Sejak tahun 1946, Dewan Perundang-undangan Perdagangan mewajibkan memasang perlindungan Galvanis (bingkai besi) pada ujung-ujung papan palka. Ukuran papan palka :
Panjang : + 9 kaki
Tebal : + 2 ½ inch
Lebar : + 18 inci, yang terdiri dari dua papan 9 inci yang disusun secara berdampingan dan ujung-ujungnya dihubungkan dengan batang-batang besi.
Ujung-ujungnya diperkuat dengan pelat besi bergalvanis sebesar 3 inci dan handel-handelnya dibentuk dengan mencungkil lubang setengah lingkaran dan sebuah batang besi dipasang melewati tengah-tengahnya.

b. Tutup Palka Baja Kedap Air
Saat ini tutup-tutup palka banyak yang berupa tutup palka berlipat, misalnya tutup palka Mac Gegor.
Semua bagian tutup palka baja berjalan pada roda-roda dijalur roda/rel ambang palka dan berputar di ujung ambang palka dalam posisi vertikal/tegak terhadap tempat kerekannya.
Dalam posisi menutup, tutup-tutup palka dikunci dengan cleat ulir yang dipasang disekeliling ambang palka dan jika dikenangkan cleat ini akan menekan karet yang dipasang ditempat dimana tutupnya diam untuk membentuk suatu penutup (seal) kedap air.

Perawatan :
– Harus diperhatikan agar roda-roda tutup palka, tetap dilumasi dan bebas dari pasir dan ambang palka dan saluran penguras tetap bersih.
– Cleat-cleat pengunci harus tetap dilumasi dan harus diperiksa kekencangannya ketika berada di laut.

Sep 19, 2009 Posted by | arsip lama, ship handling | Comments Off on Cargo Handling Equipment & Maintenance

Kecelakaan angkutan laut

Didalam dunia kelautan angkutan laut atau kapal sangat berperan penting, selain itu banyak pihak-pihak lain yang berkaitan satu sama yang lain yaitu antara lain,mengenai kelas yang menyatakan kapal ini telah memenuhi persyaratan untuk laik laut, baik untuk pelengkapan kapal tersebut maupun alat-alat keselamatannya sesuai dengan fungsinya apakah itu kapal penumpang, kapal cargo, ataupun kapal tanker.

Mengenai penguasa pelabuhan dalam hal ini syahbandar yaitu mengeluarkan surat ijin untuk melakukan pelayaran dengan berdasarkan kelaik lautan kapal, dimana pihak inilah yang memeriksa kesiapan kapal tersebut apakah laik atau tidak,baik itu mengenai kapal itu sendiri maupun orang yang bekerja diatas kapal,jika baik maka diberikan ijin untuk berlayar tetapi jika tidak, kapal tersebut harus memperbaiki atau memenuhi persyaratan untuk berlayar.Mengenai Muatan dan pengaturannya, ada pihak EMKL dan pihak Surveyor muatan yang mengontrol apakah muatan tersebut layak diangkut dan penanganan muatan sudah baik atau belum yang di cek silang bersama orang kapal.Dan kesemua itu harus dilakukan dengan prosedur dan aturan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga jika dilaksanakan dengan baik akan tercipta kondisi yang baik pula, dalam arti kata akan meminimalkan bahaya kecelakaan.

Yang terjadi sekarang banyak kemudahan-kemudahan yang dibuat oleh pihak terkait untuk mengambil keuntungan-keuntungan pribadi dan mengabaikan prosedur dan aturan yang sudah berlaku dan yang seharusnya berjalan, sehingga akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan dilaut.Dalam hal ini diperlukan suatu pengawasan ataupun evaluasi dalam setiap prosedur, baik itu sistemnya maupun sumber daya manusianya,jika SDMnya kurang baik diganti dengan yang baik, jika sistemnya yang salah maka sistemnya dirubah.Maka dari itu diperlukan seseorang yang mampu untuk melakukan hal tersebut dengan melihat latar belakang permasalahan (Responsif),melihat hubungan-hubungan yang terkait (Generative), dan hal-hal lain yang timbul baik secara sikap, mental dan latar belakang budaya (Cultur Approach) tidak hanya melakukan tindakan-tindakan yang Reaktif

Dengan melihat kilas balik dari pada kejadian yang timbul beberapa waktu yang lalu tenggelamnya KMP.Levina I yang berjenis kapal Roro. Adapun tindakan yang yang dikelompokkan

REAKTIF

  • 1,Pemberhentian kepala syahbandar setempat.
  • 2.Melarang beroperasinya kapal2 Roro dalam jangka waktu tertentu.

RESPONSIF

  • 1.Tidak adanya pengawasan dan evaluasi dari petugas pelabuhan,baik itu kapalnya sendiri, alat2 keselamatan kapal tersebut dan penanganaan dari pada muatan.
  • 2.Kelalaian dari pada pimpinan masing-masing pihak.karena terlalu percaya pada bawahannya.pada muatan.

GENERATIF

  • 1.Sistem penanganan dari pada muatan tidak mengikuti prosedur .
  • 2.Dari pihak syahbandar pengeluaran SIB tidak berdasarkan pada ketentuan yang berlaku baik dari segi kapal itu sendiri maupun certifikasi dari crew.
  • 3.dari pihak kapal tidak memonitor berita cuaca yang seharusnya menjadi pegangan dalam pelayaran.

CULTURAL APPROACH

  • 1.Dari pihak kapal,kurangnya pengetahuan dalam penanganan keselamatan .
  • 2. Adanya pimpinan masing-masing pihak tidak mau tahu akan kekurangan tersebut. Dan mengutamakan kepentingan pribadi.
  • 3.Nakhoda KMP.Lavina I, mengetahui kekurangan yang terjadi diatas kapalnya, tetapi dia tetap melaksanakan pelayaran.

banyak pihak-pihak terkait yang ikut terseret .Dan didalam kasus ini para pimpinan masing masing pihak banyak yang melakukan tindakan yang Responsif pada bawahannya, yang mana pada saat itu yang mana seharusnya dia yang bertanggung jawab atas hal yang dilakukannya,saling menyalahkan satu sama lain menyelamatkan diri masing-masing agar tidak terjerat hukum.Maka dari itu didalam suatu rumusan jika ada suatu krisis ataupun suatu bentuk permasalahan akan tumbuh seorang pemimpin tidak akan terbentuk jika sistim dan lingkungannya tidak benar.

Sep 19, 2009 Posted by | Accident | Comments Off on Kecelakaan angkutan laut