Info Kapal

Ridwan Garcia blog

Perkembangan MLC 2006 untuk pelaut Indonesia

MCL 2016 atau di kenal dengan  Maritime Labour Convention, 2006 (Konvensi tentang Pekerja Maritim 2006) telah di resmikan oleh pemerintah  oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Pengesahan MLC 2006 atau Pengesahan Konvensi Ketenagakerjaan Maritim, 2006) pada 6 Oktober 2016 lalu.

BOS2MLC 2006 yg telah di ratifikasi ini sangat bermanfaat bagi pelaut Indonesia karena MLC 2006 memberikan perlindungan kepada pelaut dan awak kapal terkait dengan pemenuhan hak dasar antara lain upah, syarat kerja termasuk waktu kerja dan waktu istirahat, perawatan medik, jaminan kesehatan, perekrutan dan penempatan, pelatihan, dan pengawasan

Sebagaimana kita ketahui banyak perusahaan pelayaran yg ada di Indonesia masi banyak yg melakukan pengupahan di bawah standart. Yang lebih para sampai saat ini masi ada gaji para pelaut bias berada di bawa UMR di darat. Sungguh sangat ironis sekali. Padahal dengan terbitnya undang undang yg telah di ratifikasi seharus sudah mengikuti standart kelayakan bagi kehiduan para pelaut di Indonesia.

Harus ada langkah berani dari pemerintah untuk menindak perusahaan pelayaran dan agent tenaga kerja yg nakal. Dan juga bagi para pelaut mau melaporkan ke organisasi kepelautan , seperti kpi, ppi dan lain. Atau ke group laut untuk menandakan peta di mana mana daftar perusahaan yg bermasalah.

Sebagai pelaut kita harus memahami point point penting yg tercantum di dalam MLC 2016 atau undang undang n0 15 tahun 2016. Antara lain ::

  1. Persyaratan Minimal Pelaut Yang Bekerja Di Kapal

Klausul ini berisi tentang persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pelaut seperti persyaratan usia, persyaratan kondisi kesehatan, persyaratan kompetensi, keahlian, dan training serta persyaratan rekrutmen dan penempatan.  Ringkasnya adalah sebagai berikut:

  • Usia Minimal Pelaut: Usia minimal adalah 16 tahun tetapi untuk kerja malam atau area berbahaya, usia minimal 18 tahun.
  • Kondisi Kesehatan: Pelaut harus menyertakan sertifikat kesehatan (medical report) yang diakui oleh negara bersangkutan.
  • Pelatihan: Pelaut harus mendapatkan pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaannya sebelum melaut dan juga harus mendapatkan training keselematan diri (Personal Safety Training)
  • Rekutmen atau Penempatan pelaut harus dilakukan dengan menjalankan prosedur penempatan dan pendaftaran  yang baik, adanya prosedur keluhan dan harus ada kompensasi bila proses rekrutmen gagal’.

Continue reading

Mar 1, 2018 Posted by | arsip lama | Comments Off on Perkembangan MLC 2006 untuk pelaut Indonesia